Tugas Ilmu Budaya Dasar
MAKALAH
ILMU BUDAYA DASAR
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah tentang Manusia
dan Kebudayaan, Konsepsi Ilmu
Budaya Dasar dalam kesusastraan.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun
yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi
kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
BEKASI, 11
2015
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR……………………………………………………………………………………………..i
DAFTAR
ISI…………………………………………………………………………………………………………..ii
BAB I.
PENDAHULUAN
1.1 .Latar Belakang………………………………………………………………………………………..1
1.2 .Rumusan Masalah……………………………………………………………………………………1
1.3 .Tujuan Penulisan…………………………………………………………………………………….
1
BAB II.
PEMBAHASAN
2.1 .Manusia…………………………………………………………………………………………….2
2.2 . Hakekat Manusia…………………….…………………………………………………………….2
2.3 . Kepribadian Bangsa
Timur………………………………………………………………………….2
2.4 . Pengertian
kebudayaan………………………………………………………………………………..3
2.5 . Unsur-unsur
kebudayaan……………………………………………………………………………..3
2.6 . Wujud Kebudayaan………………………………………………………………………………….4
2.7 .Orientasi Nilai Budaya
………………………………………………………………………………..5
2.8 . Perubahan
Kebudayaan……………………………………………………………………………….5
2.9 . Kaitan Manusia dan
kebudayaan…………………………………………………………………….7
BAB
IV PENUTUP
A. KESIMPULAN………………………………………………………………………………..7
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………..7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 .Latar
Belakang
Indonesia terkenal dengan keragaman
budayanya. Manusia dan kebudayaan memang tidak bisa di pisahkan karena dimana
manusia itu tinggal atau menetap maka manusia tersebut akan mengikuti
kebudayaannya.
1.2 .Rumusan
Masalah
A.
Apakah
pengertian kebudayaan?
B.
Apakah pengertian dan hakikat dari
manusia?
C.
Bagaimanakah
kaitan manusia dan budaya?
1.3 .Tujuan
Penulisan
Kebudayaan dalam
kehidupan manusia memegang peranan penting dengan kebudayaan manusia merasakan
adanya ketenangan batin yang tak bisa di dapatkan dari manapun. Dengan
mempelajari hubungan manusia dan kebudayaan dapat di ketahui bahwa manusia
membutuhkan kebudayaan untuk bersosialisasi dengan mahluk yang lain Jadi
bersosialisasi dan beradaptasi adalah hal yang sangat penting bagi manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 .Pengertian Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari
kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin),
yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu
menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep
atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus)
atau seorang individu.
Manusia adalah mahluk
yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk
material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena
manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
2.2
.Hakekat Manusia
Pengertian Hakikat
Manusia – Hakikat manusia adalah peran ataupun fungsi yang harus
dijalankan oleh setiap manusia. Kata manusia berasal dari kata ” manu ”
dari bahasa Sanksekerta atau ” mens ” dari bahasa Latin yang
berarti berpikir, berakal budi, atau bisa juga dikatakan ” homo ”
yang juga berasal dari bahasa Latin. Hal yang paling penting dalam
membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah dapat dikatakan bahwa manusia
dilengkapi dengan akal, pikiran, perasaan dan keyakinan untuk mempertinggi
kualitas hidupnya di dunia. Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
yang memiliki derajat paling tinggi di antara ciptaan yang lain.
Pada dasarnya manusia
diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan kedudukan sebagai makhluk individu
dan makhluk sosial. Berikut penjelasan yang lebih rinci mengenai makhluk
individu dan makhluk sosial.
2.3 .Kepribadian Bangsa Timur
Kepribadian Bangsa Timur merupakan
suatu karakter yang mencerminkan masyarakat yang menganut budaya dari Timur
(Asia & Timur-Tengah), yang menunjukkan ke-khasan dan pola pikir dan
kebiasaan yang terdapat di daerah Timur.
Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian
yang mempunyai sifat tepo seliro atau memiliki sifat toleransi yang tinggi.
2.4 .Pengertian Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal
dari bahasa
Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan
bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai
hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.
Dalam bahasa
Inggris, kebudayaan disebut culture,
yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau
mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai
"kultur" dalam bahasa Indonesia.
2.5 .Unsur Unsur Kebudayaan
1. Sistem Religi
(sistem kepercayaan).
Merupakan produk
manusia sebagai homo religieus.
Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan
perasaan luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya
terdapat kekuatan lain yang maha besar. Karena itu manusia takut,
sehingga menyembahnya dan lahirlah
kepercayaan yang sekarang menjadi agama.
2. Sistem organisasi kemasyarakatan.
Merupakan produk dari manusia sebagai homo
socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah, namun memiliki akal, maka
disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia bekerja
sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
3. Sistem pengetahuan.
Merupakan produk
manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan
dapat diperoleh dari pemikiran sendiri, disamping itu didapat
juga dari orang lain. Kemampuan manusia mengingat-
ingat apa yang telah diketahui kemudian menyampaikannya
kepada orang lain melalui bahasa. menyebabkan pengetahuan
menyebar luas. Lebih-lebih bila pengetahuan itu
dibukukan, maka penyebarannya dapat dilakukan dari satu
generasi ke generasi berikutnya.
4. Sistem mata
pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi.
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus
menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus
meningkat,
5. Sistem Teknologi
dan Peralatan.
Merupakan produk dari manusia
sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirarmya yang
eerdas dan dibantu dengan
tangannya yang dapat memegang
sesuatu dengan erat,manusia dapat membuat dan
mempergunakan alat. Dengan alat-alat ciptaannya itulah
manusia dapat lebih mampu meneukupi kebutuhannya
daripada binatang
6. Bahasa.
Merupakan produk dari
manusia sebagai homo longuens. Bahasa
manusia pada mulanya diwujudkan dalam bentuk
tanda (kode) yang kemudian disempumakan dalam
bentuk bahasa lisan, dan akhimya menjadi
bentuk bahasa tulisan.
7. Kesenian.
Merupakan
hasil dari manusia sebagai homo
aestetieus. Setelah manusia dapat mencukupi
kebutuhan fisiknya, maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya
untuk dipuaskan. Manusia bukan lagi semata-mata memenuhi
kebutuhan isi perut saja, mereka juga perlu pandangan
mata yang indah, suara yang merdu, yang semuanya dapat
dipenuhi melalui kesenian,
2.6 .Wujud Kebudayaan
1. Wujud
Gagasan
Budaya dalam wujud gagasan/ide
ini bersifat abstrak dan tempatnya ada dalam alam pikiran tiap warga pendukung
budaya yang bersangkutan sehingga tidak dapat diraba atau difoto.
Sistem gagasan yang telah
dipelajari oleh setiap warga pendukung budaya sejak dini sangat menentukan
sifat dan cara berpikir serta tingkah laku warga pendukung budaya tersebut.
Gagasan-gagasan inilah yang akhirnya menghasilkan berbagai hasil karya manusia
berdasarkan sistem nilai, cara berfikir dan pola tingkah laku. Wujud budaya
dalam bentuk sistem gagasan ini biasa juga disebut sistem nilai budaya.
2.
Wujud Perilaku (Aktivitas)
Budaya dalam wujud perilaku
berpola menurut ide/gagasan yang ada. Wujud perilaku ini bersifat konkrit dapat
dilihat dan didokumentasikan (difoto dan difilm). Contoh: Petani sedang bekerja
di sawah, orang sedang menari dengan lemah gemulai, orang sedang berbicara dan
lain-lain. Masing-masing aktivitas tersebut berada dalam satu sistem tindakan
dan tingkah laku.
3. Wujud
Benda Hasil Budaya
Semua benda hasil karya manusia
tersebut bersifat konkrit, dapat diraba dan difoto. Kebudayaan dalam wujud
konkrit ini disebut kebudayaan fisik. Contoh: bangunan-bangunan megah seperti
piramida, tembok cina, menhir, alat rumah tangga seperti kapak perunggu,
gerabah dan lain-lain.
2.7 .Orientasi Nilai Budaya
Kluckhohn
dalam Pelly (1994) mengemukakan
bahwa nilai budaya merupakan sebuah konsep
beruanglingkup luas yang hidup dalam alam
fikiran sebahagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling
berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan
merupakan sebuah sistem nilai – nilai budaya.
2.8 .Perubahan Kebudayaan
1.
Cara Berkomunikasi
Berkembangnya
teknologi informasi dan komunikasi merubah cara kita dalam berkomunikasi. Dulu
komunikasi dilakukan dengan surat-menyurat, tetapi saat ini dilakuan dengan sms
atau e-mail. Dulu juga ada yang namanya telegram dan telegraf, akan tetapi saat
ini perannya digantikan dengan telepon, handphone, dan jejaring sosial. Ini
membuktikan bahwa perkembangan teknologi dapat menyebabkan perubahan budaya
dimasyarakat.
2.
Cara Berpakaian
Cara
masyarakat kita berpakaian tidak lepas dari globalisasi dan modernisasi di
Indonesia. Dulu, orang-orang kita bangga mengenakan pakaian adat dari daerah
masing-masing. Tetapi, saat ini rasanya hal itu sangat sulit dijumpai kecuali
kalau ada acara-acara adat. Cara berpakaian dipengaruhi dari
informasi-informasi yang didapatkan dari berbagai media seperti Tv dan
Internet. Saat ini, cara berpakaian sebagian masyarakat banyak dipengaruhi oleh
budaya barat.
3.
Gaya Hidup
Salah
satu perubahan sosial budaya yang terjadi didalam masyarakat Indonesia adalah
gaya hidup a.k.a lifestyle. Sebagian masyarakat menerapkan gaya hidup yang baik
didalam kehidupannya seperti menjadi vegetarian, workaholic, dll. Tetapi ada
juga sebagian masyarakat yang terjerumus kedalam lifestyle yang tidak baik yang
tentu tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia seperti narkoba dan
pergaulan bebas.
4.
Westernisasi (Kebarat-baratan)
Tidak
sedikit budaya barat yang masuk ke Indonesia, contohnya adalah perayaan hati
valentine dan halloween. Meskipun kedua budaya tersebut bukan budaya asli
indonesia, akan tetapi tidak sedikit masyarakat Indonesia yang melestarikan
budaya tersebut. Banyak masyarakat Indonesia yang menyatakan bahwa budaya asing
jauh lebih menarik ketimbang budaya kita sendiri, hal ini yang menyebabkan
interest kepada budaya lokal semakin menurun.
2.9 . Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Manusia
dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat berkaitan satu sama lain.
Manusia di alam dunia inimemegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari
berbagai segi. Dalam ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin
memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan sering
disebut homo economicus (ilmu ekonomi). Manusia merupakan makhluk sosial yang
tidak dapat berdiri sendiri (sosialofi), Makhluk yang selalu ingin mempunyai
kekuasaan (politik), makhluk yang berbudaya dan lain sebagainya.
BAB IV
A. Kesimpulan
Secara sederhana
hubungan manusia dan kebudayaan adalah sebagai perilaku kebudayaan dan
kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Dalam ilmu sosiologi
manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwi tunggal yang berarti walaupun
keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan
kebudayaan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan mengatur kehidupan
manusia yang sesuai dengannya
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar